Ingin Bikin Sejarah, Alasan Ibrahimovic Pilih Inter Tahun 2006

Ingin Bikin Sejarah, Alasan Ibrahimovic Pilih Inter Tahun 2006

Ingin Bikin Sejarah, Alasan Ibrahimovic Pilih Inter Tahun 2006

Berita Bola, Manchester – Zlatan Ibrahimovic bicara soal kariernya di masa lalu, secara khusus keputusan hijrah ke Inter Milan di tahun 2006 usai Juventus turun ke Serie B karena Calciopoli.

Juventus jadi salah satu klub yang mendapat hukuman berat saat kasus Calciopoli di tahun 2006. Mereka dijebloskan ke Serie B lantaran dianggap sebagai tokoh sentral.

Kondisi itu pun membuat Ibrahimovic kemudian memilih untuk hengkang ke Inter, yang notabene merupakan rival ‘Si Nyonya Tua’. Ia punya alasan mengenai pilihannya itu.

Pemain asal Swedia berusia 35 tahun itu merasa dirinya bisa membuat sejarah di Inter dengan meraih Scudetto, gelar yang sudah 17 tahun tidak pernah diraih klub tersebut — semenjak 1988-89, kendatipun kasus Calciopoli kemudian membuat Nerazzurri diserahi gelar juara Serie A musim 2004-05, yang sebelumnya dipegang Juventus.

Di musim pertamanya bersama Inter, Ibrahimovic langsung berhasil merebut Scudetto. Secara keseluruhan ia punya tiga Scudetto berturut-turut semasa membela La Beneamata.

Baca Juga :Wenger Sebut Xhaka Sudah Jadi Korban Reputasinya Sendiri

“Itu adalah pengalaman yang hebat. Ada Inter dan Milan di posisi terdepan, kemudian saya berpikir bahwa Inter sudah 17 tahun tidak memenangi Scudetto, jadi jika saya menang di sini (Inter), saya akan bikin sejarah,” kata Ibrahimovic kepada Fox Sports, ketika diwawancarai Fabio Capello yang merupakan salah satu mantan pelatihnya.

“Di hari terakhir musim (2007-08) kami tahu Roma unggul setelah laga berjalan 20 menit. Saya punya masalah lutut, tapi Roberto Mancini mengatakan bahwa saya harus main, bahkan sekalipun itu terasa sakit. Hujan sangat lebat di Parma,” cerita Ibrahimovic mengenang laga penentu musim keduanya di Inter.

“Ketika saya masuk ke lapangan (sebagai pemain pengganti di babak kedua), saya mencoba untuk melepas tembakan dan melebar. Saya coba lagi dan kali ini bola masuk. Saya ingat semua orang di bench berlari ke lapangan dan Presiden sangat bahagia,” bebernya menyudahi kisah bersama Inter tersebut.

Pada prosesnya Ibrahimovic juga sempat berseragam AC Milan. Awalnya, 2010-11, sebagai pinjaman dari Barcelona sebelum jadi pemain permanen Rossoneri di musim berikutnya. Ia menandai periode itu di antaranya dengan Scudetto 2010-11.