Kieran Tierney Bagus, Tapi Memiliki Satu Kekurangan Besar

Kieran Tierney Bagus, Tapi Memiliki Satu Kekurangan Besar

Kieran Tierney Bagus, Tapi Memiliki Satu Kekurangan Besar

Berita Bola, Eks penyerang Arsenal Charlie Nicholas melihat Kieran Tierney memang seorang bek kiri yang bagus dalam membantu penyerangan akan tetapi ia masih harus bekerja keras lagi untuk membenahi performanya saat bertahan.

Tierney merupakan pemain didikan akademi klub Glasgow Celtic. Ia mentas ke tim senior pada tahun 2015.

Setelah mulai bermain reguler di klub Skotlandia itu, performa Tierney menarik perhatian sejumlah klub besar Premier League.

Awalnya Manchester City disebut mulai memonitor perkembangan pemain berusia 22 tahun itu. Manchester United kemudian juga disebut tertarik kepadanya.

Setelah itu Arsenal juga dikabarkan ikut mengamati performanya. Demikian juga dengan klub rival sekotanya, Chelsea.

Namun dari semua klub itu sekarang tinggal Arsenal yang disebut serius berniat untuk merekrutnya. Bahkan The Gunners disebut telah melepas penawaran sebesar 15 juta pounds kepada Celtic.

Akan tetapi tawaran itu kabarnya ditolak oleh Celtic. Namun demikian Arsenal sendiri disebut tak akan menyerah begitu saja dan akan memberikan penawaran baru dengan nominal yang lebih besar.

Nicholas angkat bicara terkait Tierney. Ia mengatakan bahwa bek timnas Skotlandia itu memang seorang defender yang bagus dan menarik.

Baca Juga : Bek Timnas Prancis Ini Jadi Pembelian Pertama Arsenal

Akan tetapi ia melihat Tierney masih memiliki kelemahan. Ia disebutnya kurang solid dalam menjalankan tugas utamanya.

“Ia memiliki kekuatan yang nyata, kecepatan yang nyata saat bergerak maju. Ia berubah menjadi bek sayap yang sangat menarik selama bertahun-tahun dan ia berkembang dengan pesat,” cetusnya pada Transfer Talk Podcast.

“Ada tanda tanya tentang kelemahan pertahanannya tetapi sekali lagi ia akan menjadi peningkatan bagi Arsenal. Tidak ada keraguan dalam pikiran saya tentang itu,” tegasnya.

“Kieran Tierney adalah pemain sepakbola yang hebat. Tetapi ia harus banyak belajar secara defensif,” cetus Nicholas.